INDOWORK.ID, JAKARTA: Korupsi makin menjadi-jadi. Bahkan melibatkan menteri. Menteri Investasi dan Kepala Badan Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia diduga terlibat korupsi. Mahkamah Konstitusi pun memanggil empat menteri. Begitu pun Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi juga diduga terlibat kasus judi on line ketika menjadi Menteri Komunikasi dan Informasi. Kasus timah melibatkan suami artis Sandra Dewi. Bukan Dewi Sandra ya. Itu perempuan yang sangat berbeda. Sandra Dewi beretnis China, sedangkan Dewi Sandra orang Betawi. Sandra Dewi membuka aurat, sedangkan Dewi Sandra berhijab. Banyak lagi perbedaan lainnya. Harvey Moeis suami Sandra Dewi jadi tersangka korupsi. Harvey diduga terlibat dalam kasus korupsi tata niaga komoditas timah wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk dan diketahui terlibat sejak 2015 hingga 2022. Kejagung mencatat kerugian ekologis yang disebabkan atas korupsi yang melibatkan Harvey Moeis ini mencapai Rp 271 triliun. Sehingga dapat dikatakan kasus korupsi timah ini adalah skandal korupsi terbesar yang pernah terjadi di Indonesia. Tujuh tahun terlibat kasus korupsi timah, netizen kini tengah menyoroti aset, gaya hidup, outfit keseharian yang bisa menyentuh harga ratusan juta hingga deretan hadiah mewah Harvey Moeis untuk anak dan istrinya.
Outfit mewah Harvey Moeis ketika ditahan di Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Rabu (27/3/2024) malam juga disorot. Pengusaha kelahiran 1985 ini diketahui mengenakan celana panjang yang ditaksir seharga Rp 16 juta.
MK PANGGIL 4 MENTERI
Keempat menteri kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin tersebut adalah Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko PMK, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Sosial Tri Rismaharini. Kasus tersebut sudah lama. Namun hingga kini tidak ada kelanjutannya. Publik justru menunggu karus Joko Widodo alias Jokowi segera diproses. Mengutip lagu Indonesia karya Rhoma Irama, korupsi memang membuat rakyat semakin miskin.
Jangan diharapkan adanya pemerataan
Agar terlaksana kemakmuran yang merata
Bukankah cita-cita bangsa
Mencapai negeri makmur sentosa
Dan juga bukan milik perorangan
Dari itu jangan seenaknya
Memperkaya diri membabi buta
Hanyalah untuk kemakmuran rakyatnya
Namun hatiku selalu bertanya-tanya
Kenapa kehidupan tidak merata?