INDOWORK.ID, JAKARTA: Genap dua minggu Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk Pulau Jawa dan Bali, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) DKI Jakarta menggelar rapat evaluasi di Monas, Jakarta Pusat (18/7/2021).
Rapat evaluasi ini untuk memastikan kolaborasi dalam menerapkan peraturan tersebut berjalan lebih baik. Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan upaya menerapkan peraturan PPKM Darurat ini adalah murni untuk aksi menyelamatkan warga Jakarta agar terhindar dari keterpaparan, terutama pada masa yang genting seperti saat ini.
[caption id="attachment_9242" align="alignright" width="300"]
Gubernur DKI jakarta Anies Baswedan[/caption]
"ini menjadi bagian dari evaluasi langkah-langkah yang sudah dilakukan, dalam rangka menyelamatkan warga Jakarta dan sekitarnya di masa pandemi," ujar Anies melalui keterangan pers PPID DKI Jakarta.
Di samping itu, Gubernur Anies menjelaskan ada beberapa hal penting yang perlu evaluasi selama menjalankan PPKM Darurat di Jakarta. Salah satunya mengevaluasi pembatasan mobilitas warga yang keluar-masuk Ibu Kota. Dalam hal ini, Anies juga meminta jajaran yang bertugas menjaga kawasan perbatasan agar lebih efisien, untuk menyortir mobilitas warga yang diperbolehkan maupun yang tidak diprioritaskan untuk melintas.
Selain itu, Anies meminta manajemen pengelolaan rumah sakit serta fasilitas kesehatan lebih baik, agar ketersediaan ruang isolasi bisa terjaga sesuai dengan kebutuhan. Kemudian, Forkopimda DKI Jakarta juga mengevaluasi kegiatan vaksinasi masyarakat agar sesuai dengan target.
"Vaksinasi di Jakarta kalau dilihat berbasis target, kita sudah lebih awal dan tinggi dari target, baik dari jumlah dan waktu. Jadi, kita harap vaksinasi Jakarta terus jalan dengan cepat, sehingga bisa tuntas lebih awal," tambah Gubernur Anies.
[caption id="attachment_9243" align="alignnone" width="660"]
Dari kiri ke kanan: Kajati DKI Jakarta, Asri Agung; Mayjen TNI Mulyo Aji; Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan; dan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran[/caption]
Gubernur DKI jakarta Anies Baswedan[/caption]
"ini menjadi bagian dari evaluasi langkah-langkah yang sudah dilakukan, dalam rangka menyelamatkan warga Jakarta dan sekitarnya di masa pandemi," ujar Anies melalui keterangan pers PPID DKI Jakarta.
Di samping itu, Gubernur Anies menjelaskan ada beberapa hal penting yang perlu evaluasi selama menjalankan PPKM Darurat di Jakarta. Salah satunya mengevaluasi pembatasan mobilitas warga yang keluar-masuk Ibu Kota. Dalam hal ini, Anies juga meminta jajaran yang bertugas menjaga kawasan perbatasan agar lebih efisien, untuk menyortir mobilitas warga yang diperbolehkan maupun yang tidak diprioritaskan untuk melintas.
Selain itu, Anies meminta manajemen pengelolaan rumah sakit serta fasilitas kesehatan lebih baik, agar ketersediaan ruang isolasi bisa terjaga sesuai dengan kebutuhan. Kemudian, Forkopimda DKI Jakarta juga mengevaluasi kegiatan vaksinasi masyarakat agar sesuai dengan target.
"Vaksinasi di Jakarta kalau dilihat berbasis target, kita sudah lebih awal dan tinggi dari target, baik dari jumlah dan waktu. Jadi, kita harap vaksinasi Jakarta terus jalan dengan cepat, sehingga bisa tuntas lebih awal," tambah Gubernur Anies.
[caption id="attachment_9243" align="alignnone" width="660"]
Dari kiri ke kanan: Kajati DKI Jakarta, Asri Agung; Mayjen TNI Mulyo Aji; Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan; dan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran[/caption]