INDOWORK.ID, JAKARTA: Selalu ada inovasi dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Pusip) DKI Jakarta. Maklum, Firmansyah, sang Kepala Dinas, sering menggelar diskusi baik formal maupun informal sehingga banyak melahirkan ide baru.
Kali ini Firmansyah mengunjungi perpustakaan kampus di Universitas Dian Nusantara, Jalan Tanjung Duren Barat, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
Tokoh Betawi itu berharap, gerakan literasi secara komprehensif di kampus-kampus bisa semakin masif. Untuk itu, Dinas Pusip DKI Jakarta siap dan berkomitmen untuk membantu meningkatkan kualitas perpustakaan di perguruan-perguruan tinggi.
Kunjungan ini ia lakukan untuk pengembangan perpustakaan yang ada di perguruan tinggi. "Jalinan komunikasi dari kunjungan ini insya Allah menjadi gerakan literasi yang komprehensif di masa mendatang," ujarnya, Rabu (13 September 2023).
Firmansyah (kiri) di Perpustakaan Kampus Dian Nusantara[/caption]
Bang Firman, begitu panggilan akrabnya, menjelaskan kunjungan ke fasilitas perpustakaan di Universitas Dian Nusantara inu menjadi salah satu fokus penting karena menjadi sumber baca yang ada di kampus.
Bang Firman melihat tidak sekadar pada aktivitas semata, tapi seharusnya perpustakaan di kampus menjadi sumber informasi yang termanfaatkan oleh komunitas kampus. "Tentu saja yang paling penting adalah dosen dan mahasiswa," terangnya.
Menurutnya, aktivasi perpustakaan kampus perlu terus dilakukan dan disosialisasikan mengingat pentingnya literasi bagi semua, tidak terkecuali akademisi.
"Fasilitas perpustakaan di kampus dapat dijadikan ajang literasi dan kreativitas mahasiswa. Sebab, bicara soal lirerasi tidak sekadar membaca buku, tapi juga aktualisasi setelah itu," ungkapnya.
Firmansyah dan Aminullah dalam diskusi informal di kantor Dinas [/caption]
Selain gencar mengunjungi perpustakaan di per guruan tinggi Bang Firman juga rajin menggelar diskusi di kantornya baik secara formal maupun informal. Tujuannya untuk menggali informasi dan ide-ide dari tokoh literasi baik penerbit maupun penulis buku.
Firman juga kerap mengikuti acara bedah buku. Misalnya ia datang ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia dalam bedah buku Ommelanden: Perkembangan Masyarakat dan Ekonomi di Luar Tembok Kota Batavia Karya Bondan Kanumoyoso.
FOKUS PENTING
[caption id="attachment_15755" align="alignleft" width="300"]
Firmansyah (kiri) di Perpustakaan Kampus Dian Nusantara[/caption]
Bang Firman, begitu panggilan akrabnya, menjelaskan kunjungan ke fasilitas perpustakaan di Universitas Dian Nusantara inu menjadi salah satu fokus penting karena menjadi sumber baca yang ada di kampus.
Bang Firman melihat tidak sekadar pada aktivitas semata, tapi seharusnya perpustakaan di kampus menjadi sumber informasi yang termanfaatkan oleh komunitas kampus. "Tentu saja yang paling penting adalah dosen dan mahasiswa," terangnya.
Menurutnya, aktivasi perpustakaan kampus perlu terus dilakukan dan disosialisasikan mengingat pentingnya literasi bagi semua, tidak terkecuali akademisi.
"Fasilitas perpustakaan di kampus dapat dijadikan ajang literasi dan kreativitas mahasiswa. Sebab, bicara soal lirerasi tidak sekadar membaca buku, tapi juga aktualisasi setelah itu," ungkapnya.
SERING BERDISKUSI
[caption id="attachment_15347" align="alignright" width="300"]
Firmansyah dan Aminullah dalam diskusi informal di kantor Dinas [/caption]
Selain gencar mengunjungi perpustakaan di per guruan tinggi Bang Firman juga rajin menggelar diskusi di kantornya baik secara formal maupun informal. Tujuannya untuk menggali informasi dan ide-ide dari tokoh literasi baik penerbit maupun penulis buku.
Firman juga kerap mengikuti acara bedah buku. Misalnya ia datang ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia dalam bedah buku Ommelanden: Perkembangan Masyarakat dan Ekonomi di Luar Tembok Kota Batavia Karya Bondan Kanumoyoso.