INDOWORK.ID, JAKARTA: Aksi korporasi PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) kini memasukkan Ford Motor Company sebagai pemegang saham pabrik bahan baku baterai nikel yang akan dibangun di Indonesia bersama INCO dan Zhejiang Huayou Cobalt Co.
Dengan begitu, perusahaan produsen mobil asal Amerika Serikat (AS) tersebut, saat ini menggenggam saham PT Kolaka Nickel Indonesia (KNI) sebesar 8,5%.
[caption id="attachment_16323" align="alignright" width="237"]
Filia Alanda[/caption]
Dalam keterangan pers, Sekretaris Perusahaan Vale Indonesia, Filia Alanda mengatakan pada 21 Desember 2023, KNI telah melakukan penambahan modal ditempatkan dan disetor melalui penerbitan saham baru sesuai dengan keputusan pemegang saham.
Adanya hal tersebut membuat modal dasar KNI menjadi ditingkatkan sebesar Rp 3,82 triliun, yang terbagi atas 3,82 juta saham dengan nilai nominal masing-masing saham sebesar Rp 1 juta.
Kini, modal ditempatkan dan disetor KNI menjadi sebesar Rp 1,04 triliun, yang terbagi atas 1,04 juta saham dengan nilai nominal masing-masing sebesar Rp 1 juta.
Setelah dilakukannya transaksi tersebut, kini struktur kepemilikan saham KNI adalah Huaqi (Singapore) Pte. Ltd, sebanyak 764.000 saham dengan nominal seluruhnya Rp 764 miliar atau setara 73,20%, lalu PT Vale Indonesia Tbk sebanyak 191.000 saham atau setara 18,30%.
Filia menyampaikan bahwa transaksi ini bukan merupakan transaksi material bagi perseroan, dan juga bukan merupakan transaksi afiliasi yang mengandung benturan kepentingan.
Sebagai informasi, Kolaka Nickel merupakan perusahaan yang didirikan pada 25 Juni 2019. hingga tahun lalu, INCO memiliki 99,93% saham perusahaan yang bergerak di industri pembuatan logam dasar bukan besi ini.
Pada 9 Maret 2023, Huaqi (Singapore) Pte Ltd menanamkan modal pada Kolaka Nickel sehingga kepemilikan INCO susut menjadi 20%. Sebelum suntikan modal yang dilakukan oleh Ford pekan lalu, Huaqi memiliki 80% saham Kolaka Nickel.
Setelah transaksi, kepemilikan Huaqi turun menjadi 73,20%. Kepemilikan INCO pada Kolaka Nickel turun menjadi 18,30%. Ford memiliki 8,5% saham Kolaka Nickel.