INDOWORK.ID, JAKARTA: BNI catat transaksi digital naik sebesar 50%. Wakil Direktur Utama BNI, Adi Sulistyowati mengatakan transaksi digital Desember 2020 mengalami peningkatan dari Desember 2019.
Data tersebut, katanya, menunjukkan bahwa masyarakat sudah mulai beralih dalam bertransaksi, yakni dari transaksi secara fisik di outlet menjadi ke channel elektronik atau digital. Dalam hal ini nasabah menggunakan aplikasi BNI Mobile Banking.
Tingginya animo pengguna aplikasi ini, BNI Mobile Banking meluncurkan fitur – fitur terbaru untuk melengkapi layanan di dalamnya. Antara lain seperti Biometric Login, pembukaan rekening secara digital dengan fitur pengenalan wajah atau face recognition, peminjaman dana, pengelolaan tagihan kartu kredit, pengembangan e-wallet, hingga pembayaran dengan QRIS.
Aplikasi ini memiliki fitur favorit di masa pandemi, yaitu Mobile Tunai yang memudahkan nasabah untuk tarik tunai tanpa kartu. Selain itu, fitur Dikado (digital kado) juga digemari untuk mengirimkan uang ke keluarga di kampung halaman pada hari Raya Idul Fitri kemarin.
Berbagai inovasi fitur ini mendapatkan apresiasi dari penggunanya tercermin dari meningkatnya rating aplikasi pada Android GooglePlay Store dari 3,6 di Agustus 2020 menjadi 4,9 di April 2021 dan juga IOS Apple Store menjadi 4.4 pada April 2021.
Untuk transaksi di sarana digital, Adi mengungkapkan, Indonesia memiliki potensi besar. Lihat saja dengan pemakaian internet tanah air yang mencapai 274 juta dan yang sudah terhubung dengan mobile adalah 345,2 juta. "Itu merupakan potensi digital luar biasa untuk masyarkat Indonesia. Kami melihat masih sangat banyak yang bisa dikembangkan untuk bisa melayani masyarakat di seluruh Indonesia," ungkapnya dalam siaran pers BNI (23/05/2021).
- Sat, Jul 2026
Follow us
Lastest Post
L
Your experience on this site will be improved by allowing cookies
Cookie Policy