• Fri, May 2026

Komunitas Ebiet G. Ade, Giliran Membumi di Tangerang

Komunitas Ebiet G. Ade, Giliran Membumi di Tangerang

INDOWORK.ID, TANGERANG: Komunitas penggemar Ebiet G. Ade (EGA) menggelar acara halal bihalal di Tangerang, Banten. Lagu-lagu karya musisi legendaris itu pun mengalun sejak siang. Wartawan senior Hari Gunarto melantunkan lagu Tetes-tetes Doa Kami. Acara komunitas penggemar lagu-lagu Ebiet G. Ade dari seluruh Indonesia itu dihadiri tak kurang dari 100 orang di Foodmosphere, Karawaci, Tangerang, Ahad, 26 Mei 2024. Namun dari 25.000 anggota komunitas EGA yang tersebar dari seluruh penjuru tanah air, yang hadir lebih banyak dari Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan Bogor. Pertemuan para penggemar kali ini bertemakan Membumi Bersama Ebiet G. Ade. "Acara selanjutnya akan kami gelar pada Agustus di Prambanan," kata Hari Gunarto. Acara halal bihalal tersebut diwarnai dengan open mic yang menampilkan para penggemar Ebiet G. Ade dengan pilihan lagu masing-masing. Di tengah acara yang dipandu oleh  Ter dan Ell sebagai pembawa acara juga digelar kontes musik dan lagu yang diikuti oleh beberapa kelokpok musik. Band yang tampil antara lain, Baku Saka Band, Daddy on Duty Band, Onie n Friends Band, dan Rayner Reno Band. Kelompok musik berpenampilan terbaik mendapatkan hadiah sebesar Rp1 juta. Semenara itu, ketika acara open mic digelar beberapa penggemar Ebiet yang tampil adalah Rini Susanto, Bambang, dan Euis Aisah yang membawakan lagu Nyanyian Rindu. Berturut-turut lagu populer lainnya pun dinyanyikan seperti Titip Rindu Buah Ayah, Camelia, dan Elegi Esok Pagi.

PALING MIRIP

[caption id="attachment_17495" align="alignright" width="225"] HARI GUNARTO[/caption] Ketika Hari Gunarto menyanyikan tampil, tepuk tangan pun bergemuruh. "Inilah yang paling mirip dengan Mas Ebiet G. Ade, baik suara maupun penampilannya," kata seorang ibu berkerudung merah. Lagu religi tersebut begitu menyentuh kalbu sehingga para penggemar khusyuk mendengarkan syair yang penuh perenungan itu: Ada seberkas sinar menyelinap jatuh di ilalang Tersentak 'ku bangun dari impian Aku melangkah susuri sungai kembali mencari kegaibanMu Suara jengkerik bernyanyi menyusup dan menggeletar Kegaduhan ini begitu sepi Seperti diam, seperti mati Yang nyata hanyalah aku sendiri Jangan Engkau menganggap aku mengusik istirahMu Dada ini seakan hendak meledak Sekian lama menahan rindu Betapa pun jauh yang t'lah kutempuh Coba Engkau isyaratkan bahwa Engkau ada di sampingku Seperti yang tertulis dalam firmanMu Seperti bintang, bagai rembulan menyiram melegakan jiwaku
Aku dan istriku setiap saat berdoa Agar Engkau peluk kami berdua Aku dan istriku setiap waktu bersyukur atas s'gala yang telah Engkau limpahkan Kami tengah berjuang meraih bintang-bintang, tembus kepekatan mega Ulurkanlah tanganMu, taburkanlah kasihMu, puji kehadiranMu, amin Semoga Engkau mendengar apa yang aku idamkan adalah hakekat bahagia sejati Kupertaruhkan segala-galanya padangilah jalan kami berdua Aku dan istriku setiap saat berdoa Agar Engkau peluk kami berdua Aku dan istriku setiap waktu bersyukur atas s'gala yang telah Engkau limpahkan Kami tengah berjuang meraih bintang-bintang, tembus kepekatan mega Ulurkanlah tanganMu, taburkanlah kasihMu, puji kehadiranMu, amin puji kehadiratMu, amin