INDOWORK.ID, JAKARTA: "I Love You Almost Full Abah". Kalimat ini keluar dari mulut manis seorang remaja putri Gen Z. Usianya kira-kira 17 tahunan. Remaja putri ini tidak sendiri. Ia bersama komunitasnya. Jumlahnya puluhan juta.
Komunitas Gen Z. Mereka tampak begitu antusias dan mengagumi Abah, panggilan Anies Baswedan bagi tik tokers. Bicara bahasa inggrisnya lancar, layaknya anak-anak remaja yang sadar akan masa depan bangsanya.
Kenapa mereka panggil Abah? Karena Anies telah mereka anggap sebagai "Abah" atau "Ayah" bagi mereka sendiri. Lihat bagaimana manjanya mereka ketika bicara dengan Anies. Layaknya bicara dengan ayahnya sendiri. Tak ada sedikit pun rasa canggung. Tak ada rasa sungkan dan segan. Betul-betul seperti ayah sendiri. Ayah yang begitu dekat, setia menemani dan mendengar perasaan serta pikiran anak-anaknya.
Abah hampir selalu ditemani istri tercintanya. Kemana pun pergi, istri sering sekali setia mendampingi. Ini mengesankan sosok Abah yang menjaga harmoni keluarga. Sesekali Mutiara Anisa Baswedan, sang putri, ikut. Sebuah keluarga yang ideal di mata anak-anak remaja. Mereka butuh keluarga yang harmonis. Dari sini kasih sayang akan mengalir untuk bisa mereka rasakan. Di usia remaja, mereka butuh kasih sayang nyata dari sosok Abah untuk menjadi energi dan semangat.
Mereka betul-betul merasa menemukan ayahnya. Ayah masa depan. Ayah yang tahu hati dan perasaan mereka. Ayah yang mengerti akan masa depan mereka. Ayah yang melayani dan bisa tersenyum bersama mereka. Ayah yang selalu punya waktu untuk mereka dan mau berdiskusi tentang masa depan mereka. Ayah yang menjadi tempat mereka bersandar. Itulah kenapa Anies dipanggil Abah.
Anies bukan hanya abahnya Mutiara (putri pertama Anies). Tapi Anies sudah menjadi Abah buat anak-anak remaja Indonesia. Anies adalah Abah bagi Gen Z. Abah yang akan mengantarkan mereka menapaki rute menuju masa depan bangsa.
Pertemuan Anies dengan Gen Z begitu alami. Natural sekali. Bermula dari live tik tok. Ini ruang yang banyak diisi anak-anak generasi Gen Z. Meledak! Jutaan yang nonton. Gen Z merasa menemukan sosok Abah. Penyayang kepada anak-anak. Seorang Abah yang sangat terbuka. Melayani dialog dengan tenang, sabar dan rilek. Membuat anak-anak remaja seperti berada dalam pelukan sang ayah. Terasa nyaman sekali. Kelihatan alami dan tidak dibuat-buat.
MENEMUKAN AYAH
Mereka betul-betul merasa menemukan ayahnya. Ayah masa depan. Ayah yang tahu hati dan perasaan mereka. Ayah yang mengerti akan masa depan mereka. Ayah yang melayani dan bisa tersenyum bersama mereka. Ayah yang selalu punya waktu untuk mereka dan mau berdiskusi tentang masa depan mereka. Ayah yang menjadi tempat mereka bersandar. Itulah kenapa Anies dipanggil Abah.
Anies bukan hanya abahnya Mutiara (putri pertama Anies). Tapi Anies sudah menjadi Abah buat anak-anak remaja Indonesia. Anies adalah Abah bagi Gen Z. Abah yang akan mengantarkan mereka menapaki rute menuju masa depan bangsa.
Pertemuan Anies dengan Gen Z begitu alami. Natural sekali. Bermula dari live tik tok. Ini ruang yang banyak diisi anak-anak generasi Gen Z. Meledak! Jutaan yang nonton. Gen Z merasa menemukan sosok Abah. Penyayang kepada anak-anak. Seorang Abah yang sangat terbuka. Melayani dialog dengan tenang, sabar dan rilek. Membuat anak-anak remaja seperti berada dalam pelukan sang ayah. Terasa nyaman sekali. Kelihatan alami dan tidak dibuat-buat.