• Fri, Nov 2026

INDOWORK.ID, JAKARTA: Setelah rampung membangun Bandara Kediri, emiten rokok PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menyasar bisnis infrastruktur lain. GGRM akan masuk ke bisnis jalan tol di Kediri dan Tulungagung. Direktur dan Sekretaris Perusahaan Gudang Garam, Heru Budiman mengatakan, per 12 Februari 2024,

GRM bersama PT Suryaduta Investama, yang merupakan pemegang 69,29% saham GGRM, telah mendirikan anak usaha baru yang merupakan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). Keduanya mendirikan anak perusahaan bernama PT Surya Sapta Agung Tol (SSAT).

"Pendirian SSAT sebagai BUJT dalam rangka pembangunan proyek jalan tol, tidak memiliki dampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha GGRM," kata Heru, Selasa (13/2).

Modal dasar Sapta Agung Tol mencapai Rp 3,5 triliun yang terbagi atas 3,5 juta saham. Masing-masing saham bernilai nominal Rp 1 juta. Modal ditempatkan dan disetor sebesar Rp 2 triliun yang terdiri dari 2 juta saham.GGRM mengambil bagian saham pada saham Sapta Agung Tol sebanyak 1,99 triliun saham atau 99,9%.

Sementara, PT Suryaduta Investama mengambil bagian 1 saham SSAT atau setara Rp 1 juta. Sapta Agung Tol akan menjalankan kegiatan usaha sebagai BUJT yang meliputi aktivitas jalan tol, konstruksi bangunan sipil jalan, dan lainnya.