INDOWORK.ID, CIBITUNG, BEKASI: Bagi Jamaludin, Presdir Komatsu Indonesia, membuat pabrik dengan konsep smart plant adalah target paling utama adalah safety. Itulah sebabnya pabrik barunya lebih banyak menggunakan teknologi.
"Cita-cita saya dari dulu less forklift untuk mengurangi kesalahan, menekan risiko dan tentu saja mengutamakan keselamatan," katanya Rabu, 10 Desember 2025.
Dengan konsep smart plant, kapasitas produksi naik dari 6 unit ke 21 unit per bulan yaitu 200% lebih.
Emisi berkurang jauh sehingga sustain
Batu bara ada nikel, belum lagi ada emas, dan di bawahnya ada lagi.
Tidak ada istilahnya no work no pay
Kami melihat total demand alat berat di seluruh dunia
Business continue plan juga dipikirkan
Yang Komatsu jual bukan mesin, tapi solusi yang dicanangkan tahun 2000 yang diobrolin bareng Pak Dewo.
Lu pusing gue bisa handle
Salah satu tesi saya adalah Komatsu 50 tahun mendatang
2023 booming tahun depan belum bisa diprediksi dan tergantung harga batubara
Sekarang demand 14.000-15.000 sementara kapasitas produksi Indonesia hanya 10.000
Unit sehingga ada peluang impor
Saya belum pernah melihat forestry turun
Puluhan unit ke Sumatra yait 10 dari UT dan 2 dari KI
Rofi
Saat ini kami berjuang
5K terjadi di Komatsu Indonesia
Kagum
Kaget
Kecewa
Keluar
Kembali
Seusai kejahatan lingkungan di Sumatra harus smart construction
Prof of Concept, bagaimana ngecharge escavator di hutan?
Pertama membuat MBKM (merdeka belajar kampus merdeka) yang menggaji KI meskipun praktik di pemasok
Fahmi
Batubara itu fluktuatif
Kita berikan produk, selanjutnya service dan kemudian solusi
LN
Kirim bantuan alat itu harus viral
CSR KI
Karyawan belum baca buku Alat Berat
PT Komatsu Indonesia meresmikan New Assembly Plant di Kawasan Industri MM2100, Cibitung, Bekasi. Fasilitas berkonsep Smart Factory ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi produksi, mengurangi emisi karbon, dan memperkuat posisi Komatsu dalam industri alat berat nasional.
PT Komatsu Indonesia secara resmi meresmikan fasilitas
New Assembly Plant yang berlokasi di Kawasan Industri MM2100, Cibitung, Bekasi, Jawa Barat. Fasilitas ini menjadi langkah strategis penting dalam memperkuat infrastruktur manufaktur perusahaan, khususnya untuk produk
Hydraulic Excavator berukuran besar, sekaligus memperkokoh posisi Komatsu di industri alat berat nasional.
Fasilitas baru ini berdiri di atas lahan seluas sekitar 15.000 m² dengan periode konstruksi dari Desember 2024 hingga Oktober 2025. Kehadirannya melengkapi operasi Komatsu yang telah beroperasi di Cibitung, Cilincing, dan Cikarang.
Pabrik tersebut mengusung konsep
Smart Factory yang mengintegrasikan sistem otomasi dan digitalisasi di seluruh proses produksi. Salah satu inovasi utamanya adalah penggunaan
Automatic Guided Vehicles (AGV) untuk sistem distribusi komponen, yang bertujuan meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi emisi karbon. Kapasitas produksi tahunan ditargetkan mencapai hingga 200 unit.
Presiden Direktur PT Komatsu Indonesia, Bapak Jamalludin, menegaskan kembali komitmen perusahaan terhadap inovasi, efisiensi, dan keberlanjutan. “Melalui fasilitas ini, kami berupaya menciptakan lingkungan produksi yang lebih hijau, aman, dan produktif dengan memanfaatkan otomasi serta digitalisasi. Kami juga berharap fasilitas ini dapat memperkuat kontribusi Komatsu Indonesia terhadap industri nasional dan memberikan nilai tambah bagi pelanggan serta masyarakat,” ujarnya.
Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam strategi jangka panjang Komatsu Indonesia untuk membangun basis manufaktur yang tangguh di Asia. Langkah ini memperkuat daya saing perusahaan, memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor di sektor pertambangan, konstruksi, dan kehutanan, serta mendorong pertumbuhan industri berkelanjutan di Indonesia.