• Fri, Nov 2026

INDOWORK.ID, CIBITUNG, BEKASI:  Bagi Jamaludin, Presdir Komatsu Indonesia,  membuat pabrik dengan konsep smart plant adalah target paling utama adalah safety. Itulah sebabnya pabrik barunya lebih banyak menggunakan teknologi.

"Cita-cita saya dari dulu less forklift untuk mengurangi kesalahan, menekan risiko dan tentu saja mengutamakan keselamatan," katanya Rabu, 10 Desember 2025.

Dengan konsep smart plant, kapasitas produksi naik dari 6 unit ke 21 unit per bulan yaitu 200% lebih.

Emisi berkurang jauh sehingga sustain

Batu bara ada nikel, belum lagi ada emas, dan di bawahnya ada lagi.

Tidak ada istilahnya no work no pay

Kami melihat total demand alat berat di seluruh dunia

Business continue plan juga dipikirkan

Yang Komatsu jual bukan mesin, tapi solusi yang dicanangkan tahun 2000 yang diobrolin bareng Pak Dewo.

Lu pusing gue bisa handle

Salah satu tesi saya adalah Komatsu 50 tahun mendatang

2023 booming tahun depan belum bisa diprediksi dan tergantung harga batubara

Sekarang demand 14.000-15.000 sementara kapasitas produksi Indonesia hanya 10.000

Unit sehingga ada peluang impor

Saya belum pernah melihat forestry turun

Puluhan unit ke Sumatra yait 10 dari UT dan 2 dari KI

Rofi

Saat ini kami berjuang

5K terjadi di Komatsu Indonesia

Kagum

Kaget

Kecewa

Keluar

Kembali

Seusai kejahatan lingkungan di Sumatra harus smart construction

Prof of Concept, bagaimana ngecharge escavator di hutan?

Pertama membuat MBKM (merdeka belajar kampus merdeka) yang menggaji KI meskipun praktik di pemasok

Fahmi

Batubara itu fluktuatif

Kita berikan produk, selanjutnya service dan kemudian solusi

LN

Kirim bantuan alat itu harus viral

CSR KI

Karyawan belum baca buku Alat Berat

PT Komatsu Indonesia meresmikan New Assembly Plant di Kawasan Industri MM2100, Cibitung, Bekasi. Fasilitas berkonsep Smart Factory ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi produksi, mengurangi emisi karbon, dan memperkuat posisi Komatsu dalam industri alat berat nasional.
PT Komatsu Indonesia secara resmi meresmikan fasilitas New Assembly Plant yang berlokasi di Kawasan Industri MM2100, Cibitung, Bekasi, Jawa Barat. Fasilitas ini menjadi langkah strategis penting dalam memperkuat infrastruktur manufaktur perusahaan, khususnya untuk produk Hydraulic Excavator berukuran besar, sekaligus memperkokoh posisi Komatsu di industri alat berat nasional. Fasilitas baru ini berdiri di atas lahan seluas sekitar 15.000 m² dengan periode konstruksi dari Desember 2024 hingga Oktober 2025. Kehadirannya melengkapi operasi Komatsu yang telah beroperasi di Cibitung, Cilincing, dan Cikarang. Pabrik tersebut mengusung konsep Smart Factory yang mengintegrasikan sistem otomasi dan digitalisasi di seluruh proses produksi. Salah satu inovasi utamanya adalah penggunaan Automatic Guided Vehicles (AGV) untuk sistem distribusi komponen, yang bertujuan meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi emisi karbon. Kapasitas produksi tahunan ditargetkan mencapai hingga 200 unit.   Presiden Direktur PT Komatsu Indonesia, Bapak Jamalludin, menegaskan kembali komitmen perusahaan terhadap inovasi, efisiensi, dan keberlanjutan. “Melalui fasilitas ini, kami berupaya menciptakan lingkungan produksi yang lebih hijau, aman, dan produktif dengan memanfaatkan otomasi serta digitalisasi. Kami juga berharap fasilitas ini dapat memperkuat kontribusi Komatsu Indonesia terhadap industri nasional dan memberikan nilai tambah bagi pelanggan serta masyarakat,” ujarnya. Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam strategi jangka panjang Komatsu Indonesia untuk membangun basis manufaktur yang tangguh di Asia. Langkah ini memperkuat daya saing perusahaan, memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor di sektor pertambangan, konstruksi, dan kehutanan, serta mendorong pertumbuhan industri berkelanjutan di Indonesia.