INDOWORK.ID, JAKARTA: Bank Indonesia menegaskan kebijakan kenaikan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin merupakan langkah preemptive dan forward looking untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta inflasi. Pjs Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan, kenaikan BI Rate dilakukan pada periode ketika kondisi global sangat volatil. Saat itu, pasar memperkirakan suku bunga The Fed dapat naik lebih cepat dari perkiraan awal, harga minyak sedang tinggi, dan tekanan terhadap rupiah meningkat. “Stabilitas ini menjadi prioritas kita dua bulan tersebut sehingga kita naikkan suku bunga,” ujar Destry dalam konferensi pers KSSK. BI menaikkan BI Rate secara bertahap, yaitu 50 basis poin menjadi 5,25 persen pada RDG Mei 2026, kemudian 25 basis poin menjadi 5,5 persen pada RDG mingguan 9 Juni 2026, dan kembali naik 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Pada RDG Juli 2026, BI mempertahankan BI Rate di level 5,75 persen.Bank Indonesia menjelaskan kenaikan BI Rate sebesar 100 basis poin sejak Mei 2026 ditempuh untuk menjaga stabilitas rupiah dan inflasi. Keputusan tersebut diambil saat tekanan global meningkat, harga minyak naik, dan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed menguat.
- Fri, Nov 2026
BI Rate Naik 100 Bps, Destry Sebut Stabilitas Rupiah Jadi Prioritas
07 Aug, 2026
10 mins read
1 views
Related posts
India Siapkan Insentif US$1,2 Miliar untuk Produksi Alat Konstruksi
17 Sep, 2026
26 mins read
3 views
Follow us
Categories
- Headline (6596)
- Bisnis (3145)
- INFRASTRUKTUR (2674)
- Humaniora (1943)
- Lainnya (1071)
Lastest Post
L
Your experience on this site will be improved by allowing cookies
Cookie Policy