Sinergi dengan Pemerintah dan dunia usaha menjadi penting untuk memastikan likuiditas yang tersedia benar-benar bermuara pada ekspansi usaha, peningkatan produktivitas, dan penciptaan lapangan kerja.INDOWORK.ID, JAKARTA: Bank Indonesia mendorong penguatan sinergi lintas lembaga agar likuiditas perbankan semakin efektif mengalir menjadi pembiayaan bagi UMKM dan sektor prioritas untuk memperkuat ekspansi usaha, meningkatkan produktivitas, dan membuka lapangan kerja. Langkah tersebut ditempuh melalui kebijakan yang lebih tertarget, seperti penyempurnaan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). Kebijakan ini disesuaikan dengan kondisi masing-masing bank dan diarahkan untuk memperkuat penyaluran kredit ke sektor-sektor yang memberikan dampak lebih besar bagi perekonomian nasional. Hal tersebut disampaikan Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti sebagai narasumber diskusi Sarasehan 100 Ekonom Indonesia “Berlayar di Tengah Gelombang Global, Menjaga Daya Tahan Ekonomi Nasional" di Jakarta (3 September 2026). Sesi diskusi yang mengangkat topik Ujian Intermediasi Perbankan dan Likuiditas tersebut diikuti pula oleh narasumber Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu. Bank Indonesia menaikkan insentif KLM dari 5,5% menjadi 6% mulai September 2026. Hingga awal Agustus 2026, total insentif yang telah diperoleh perbankan mencapai Rp446,5 triliun atau 5,02 persen dari Dana Pihak Ketiga (DPK).
- Fri, Nov 2026
Destry: Sinergi Lintas Lembaga Kunci Optimalisasi Likuiditas Untuk Intermediasi
03 Sep, 2026
13 mins read
1 views
Related posts
India Siapkan Insentif US$1,2 Miliar untuk Produksi Alat Konstruksi
17 Sep, 2026
26 mins read
3 views
Follow us
Categories
- Headline (6596)
- Bisnis (3145)
- INFRASTRUKTUR (2674)
- Humaniora (1943)
- Lainnya (1071)
Lastest Post
L
Your experience on this site will be improved by allowing cookies
Cookie Policy