• Fri, Nov 2026

Sejumlah emiten saham properti mengail peluang dari pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Proyek IKN diperkirakan memoles kinerja emiten properti dalam jangka panjang.

Salah satu emiten yang menggarap IKN adalah PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI). Perusahaan milik Sugianto Kusuma atau Aguan ini berinvestasi dalam bentuk penyertaan saham minoritas melalui perusahaan asosiasi, PT Kusuma Putra Alam (KPA).

PANI membenamkan investasi Rp 50 miliar di Kusuma Putra Alam dengan porsi kepemilikan sebesar 11,12% dari total modal disetor Kusuma Putra Alam. Manajemen PANI memaparkan, IKN merupakan destinasi baru untuk investasi di bidang properti.

PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) juga turut berinvestasi di IKN. Pada November 2023, PWON memulai pembangunan superblok bernama Pakuwon Nusantara yang berada di di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) dengan nilai investasi sebesar Rp 5 triliun. Pakuwon Nusantara memiliki lahan seluas 7,2 hektare di Kawasan Sumbu Kebangsaan dan tepat di depan tugu Titik Nol.

Sedangkan PT Ciputra Development Tbk (CTRA) juga tengah melakukan proses feasibility studies (FS) proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) di IKN. "Kami akan membangun hunian untuk ASN. Bentuknya rumah tapak dan rumah susun," ujar Harun Hajadi, kepada media.

Dalam riset 12 Desember 2023, Sucor Sekuritas memaparkan, pembangunan IKN masih on track dan sejalan dengan target konstruksi pemerintah. Di samping itu, pemindahan ibu kota tak akan berdampak negatif pada masa depan ibu kota sebelumnya. optimistis terhadap kinerja sektor properti ke depan.