Komite Stabilitas Sistem Keuangan atau KSSK menilai kondisi fiskal, moneter, dan sektor keuangan Indonesia tetap terjaga pada triwulan II-2026. Namun, otoritas tetap mewaspadai tekanan eksternal dari konflik geopolitik, harga energi, volatilitas pasar keuangan global, hingga tekanan terhadap nilai tukar dan arus modal.INDOWORK.ID, JAKARTA: Komite Stabilitas Sistem Keuangan atau KSSK menilai ekonomi Indonesia masih menunjukkan ketahanan di tengah meningkatnya tekanan global pada triwulan II-2026. Dalam konferensi pers hasil rapat berkala KSSK ketiga tahun 2026, otoritas menyatakan kondisi fiskal, moneter, dan sektor keuangan tetap terjaga. Ketahanan tersebut ditopang koordinasi kebijakan yang erat antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan. Meski demikian, KSSK menilai risiko eksternal masih perlu diwaspadai. Tekanan itu terutama berasal dari eskalasi konflik geopolitik, kenaikan harga energi, volatilitas pasar keuangan global, serta tekanan terhadap nilai tukar dan arus modal. KSSK menyebut ketidakpastian global meningkat seiring konflik di Timur Tengah yang berdampak pada gangguan pasokan energi, kenaikan harga minyak dan komoditas strategis, serta risiko terhadap kelancaran perdagangan dan rantai pasok global.
- Fri, Nov 2026
KSSK: Ekonomi RI Tetap Tahan Banting meski Risiko Global Meningkat
07 Aug, 2026
10 mins read
1 views
Related posts
India Siapkan Insentif US$1,2 Miliar untuk Produksi Alat Konstruksi
17 Sep, 2026
26 mins read
3 views
Follow us
Categories
- Headline (6596)
- Bisnis (3145)
- INFRASTRUKTUR (2674)
- Humaniora (1943)
- Lainnya (1071)
Lastest Post
L
Your experience on this site will be improved by allowing cookies
Cookie Policy