INDOWORK.ID, JAKARTA: Perbedaan hari perayaan Iedul Fitri menjadi fenomena Indonesia. Saya tidak tahu apa keadaan serupa terjadi di negara lain.
Sebagian muslim memperkirakan hari raya dengan melakukan kalkulasi matematis terhadap gerakan benda benda langit. Sebagian lain berusaha melihat hilal dengan mata telanjang. Boleh jadi di zaman Rasulullah ilmu astronomi belum berkembang canggih sehingga tidak pernah saya baca tentang kasus perbedaan hari raya.
Perbedaan sejatinya sunatullah.
Tapi perbedaan yang satu ini bikin sedih dan bingung. Bingung karena masyarakat awam tak sepenuhnya memahami alasan di balik perbedaan itu, sehingga tak mampu memilih dengan keyakinan yang utuh.
Sedih karena, pada saat sebagian muslim melantunkan takbiran, sebagian yang lain masih sholat tarawih. Pada saat sebagian muslim sudah merayakan hari raya dengan berbagai bentuk ibadah dan tradisi, sebagian masih harus berpuasa.
Semoga kita tidak terjebak pada kesombongan mazhab!
*) Ditulis oleh Hasan Zein Mahmud, Redaktur Khusus Indowork.id
- Fri, Nov 2026
astronomi
bingung
fenomena
hari raya
hilal
idul fitri
indonesia
langit
matrematis
rasulullah
sunatullah
astronomi
bingung
fenomena
hari raya
hilal
idul fitri
indonesia
langit
matrematis
rasulullah
sunatullah
astronomi
bingung
fenomena
hari raya
hilal
idul fitri
indonesia
langit
matrematis
rasulullah
sunatullah
Related posts
India Siapkan Insentif US$1,2 Miliar untuk Produksi Alat Konstruksi
17 Sep, 2026
26 mins read
3 views
Follow us
Categories
- Headline (6596)
- Bisnis (3145)
- INFRASTRUKTUR (2674)
- Humaniora (1943)
- Lainnya (1071)
Lastest Post
L
Your experience on this site will be improved by allowing cookies
Cookie Policy