INDOWORK.ID, JAKARTA: Dari kitab Im Yang Bu Tek Cing Keng. Konstruksi psikologis seorang pendekar ketika mencapai kulminasi puncak keilmuaannya, tak ubahnya seperti kristalisasi perenungan seorang sufi: Mencapai Thian melalui pengabdian pada kemanusiaan.
Dari kitab Tat Mo Cowsu, terus meditasi pamungkas sang Budha Gautama, hingga kitab suci yang diwahyukan dari langit, memuat di dalamnya moral yang sama. Mulailah mencintai Tuhan dengan mencintai ciptaannya, terutama ciptaan yang bernama manusia. Anda tak akan mampu mencintai Khalik kalau Anda tak mampu mencintai makhluknya.
Ungkapan itu sama sekali tak membutuhkan logika yang rumit. Kekaguman kepada seorang pelukis tentu dimulai dari ketertarikan terhadap lukisannya. Penghormatan terhadap pendekar silat bermula dari pengakuan atas kelihaian jurus-jurus yang diciptakannya.
Bagaimana saya bisa mengatakan Anda sebagai pengagum Monet, misalnya, kalau Anda tidak mengenal, apalagi merusak, lukisan hasil karyanya. Bagaimana Anda bisa menyebut diri sebagai murid setia Pendekar Sakti Lu Kwan Cu, kalau Anda menodai ilmu silatnya dengan jurus-jurus pembunuh dari aliran sesat? Atau memanjakan hasrat sebagai jay hwa cat? Bagaimana Anda bisa disebut beriman kepada Tuhan, kalau hasil karya Anda adalah merusak hasil karya-Nya, hasil ciptaan-Nya? Membuat kerusakan di muka bumi?
- Fri, Nov 2026
budha gautama
hasan zein mahmud
im yang bu tek cing keng
kontruksi
lingkungan
psikologis
renungan
tuhan
budha gautama
hasan zein mahmud
im yang bu tek cing keng
kontruksi
lingkungan
psikologis
renungan
tuhan
budha gautama
hasan zein mahmud
im yang bu tek cing keng
kontruksi
lingkungan
psikologis
renungan
tuhan
Related posts
India Siapkan Insentif US$1,2 Miliar untuk Produksi Alat Konstruksi
17 Sep, 2026
26 mins read
3 views
Follow us
Categories
- Headline (6596)
- Bisnis (3145)
- INFRASTRUKTUR (2674)
- Humaniora (1943)
- Lainnya (1071)
Lastest Post
L
Your experience on this site will be improved by allowing cookies
Cookie Policy