• Fri, Nov 2026

Dua grup konglomerat besar di Tanah Air, Grup Djarum dan Wings Group, menepis kabar hengkang dari proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.

Penjelasan dari Grup Djarum dan Grup Wings tersebut menegaskan bahwa semua konglomerat besar di Tanah Air masuk proyek IKN.

Corporate Communications Manager Djarum Budi Darmawan menyatakan, pihaknya sejak awal memang tidak tergabung di Konsorsium Nusantara yang membangun hotel. Namun Djarum terlibat di IKN untuk pengembangan Botanical Garden, yang kelak menjadi pelengkap fasilitas kota di IKN.

"Djarum terlibat di IKN untuk membangun dan mengembangkan Botanical Garden, semacam CSR. Tidak di konsorsium investasi. Sejak awal fokus di Botanical Garden," kata dia.

Budi menampik isu Grup Djarum hengkang dari keterlibatan mereka di proyek IKN. Saat ini Botanical Garden memang belum dibangun dan masih tahap rancangan. "Botanical Garden masih dalam rancangan. Ini melengkapi fasilitas kota," imbuh dia.

Wings Group Indonesia juga angkat suara terkait pemberitaan mengenai hengkangnya mereka dari Konsorsium Nusantara di proyek IKN. "Wings Group tetap ikut serta di dalam Konsorsium Nusantara IKN yang bersifat nonkomersial. Salah satu contohnya adalah pembangunan Botanical Garden,” kata Sheila Kansil, Head of Corporate Communications & CSR Wings Group.

Sebagai gambaran, rencana pembangunan hotel itu dibiayai oleh investasi konsorsium yang diinisiasi Agung Sedayu Group (ASG) dengan nilai proyek mencapai Rp 20 triliun. Adapun konsorsium ini terdiri dari sejumlah grup konglomerat besar dalam negeri. Berdasar laman resmi ikn.go.id, Hotel Nusantara akan dibangun seluas 20.164 meter persegi dengan tinggi bangunan 43,10 meter.

Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN Nusantara, Agung Wicaksono mengatakan, kabar hengkangnya dua inverstor kakap adalah urusan internal konsorsium. Hanya saja, anggota konsorsium bisa saja berubah, tergantung kebutuhan pembangunan di IKN. "Hal itu internal dari konsorsium. Anggota konsorsium bisa berubah sesuai kebutuhan pengembangan," kata dia kepada wartawan.

Agung mengklaim, bila konsorsium mengalami perubahan anggota, maka tidak akan berdampak pada progres pembangunan. Hingga kini pembangunan yang dilakukan Konsorsium Nusantara terus berjalan. "Progres terus berjalan," ucap dia.

Berdasarkan data yang dibagikan Agung, sejumlah grup usaha papan atas Indonesia tergabung dalam Konsorsium Nusantara. Mereka adalah Agung Sedayu Group, Adaro Group, Sinarmas, Pulau Intan, Mulia Group, Astra Group, Kawan Lama Group, Barito Pacific, Alfamart Group dan Salim Group.

Konsorsium yang berisi 10 grup konglomerat ini akan membangun hotel, sarana belanja dan lainnya di kawasan IKN. Peletakan batu pertama (groundbreaking) dilaksanakan pada 1 September 2023. Hingga Desember 2023, proyek sudah berjalan 35%.